WEBANRIGAU

A. YUNI GERHANI SUPRIADI

 jabat_hati
Bone,

Figura dibalik Figura

Published on: //
8/10/2009 adalah angka koalisi (konflik aliran emosi) dalam salah satu fase kehidupanku.Terkadang ada kalimat yg tak dapat diucapkan. “aku rindu”!!!!. Dua kata yang sangat biasa yang membuat seluruh tubuh gemetar dan bergejolaklah simerah yang senantiasa mengalir dalam tubuh manusia. Tapi karena rasa gejolak itulah yg justru membuat mulut terkunci tanpa gembok. kabar itu berubah menjadi sebuah lukisan yg sangat sulit untuk diterjemahkan, apakah dia tersenyum? sedihkah dia? hanya batin yg terpilih serta di anugrahi oleh kekuasaan Allah yg dapat mengungkapkannya.
Segalanya berubah sedemikian cepat. Ketidak Adilan semakin "MengaNga" dimuka bumi ini. kata sabar hanyalah khiasan wacana pelipur lara. Itikad baik hanyalah balsem kehidupan. Senyuman..... adalah racun bagi diriku. Aku tak dapat menerimanya begitu saja, namun aku terbiasa dan pada akhirnya menerima sepenuh hati tanpa harus memilah-milah. Karena sejatinya hidup tetap dalam taqwa . . .

(yuger)

Rasa

Published on: //
Bosan, adalah kata yang terkadang mengikuti kehidupan kita se hari-hari. Tidak ada yang salah jika aku mengatakannya, toh semua orang pernah merasakannya. Tidak berarti jika aku mengatakan bosan, lantas dikatakan tdk bersyukur dng kehidupan yang di beri Allah kpdku.
Hidup ini tidaklah mudah seperti apa yang kita harapkan/inginkan. Ternyata selama ini kebanyakan org telah menyia-nyiakan hdpnya dng sesuatu yang tidak pernah pasti dalam arti kata, bahwa dia adalah seorang pemimpi yang hebat! Dimana mimpi itu cuma terdapat dalam tidurnya, yang tidak bisa dia ambil dari apa yang dia lihat. Kecuali dia hanya bisa baca sifatnya, hikmahnya, kesengsaraan dan kesenangannya sebagai konsekuensinya. aku telah membuang bgt banyak waktu yang sangat berharga, membuang modal-ku secara Cuma-cuma… yaitu, umur.
Penyesalan bknlah jalan keluar, tp justru bertanyalah kpd penyesalan itu bhw mengapa ini bisa terjadi?? maka dia akan mnjawab: sy terdiri dari kata dasar ‘sesal’ yang artinya akhir dari segala kebodohan yang dilakukan oleh manusia yang menganggap akal pikirannya sehat, sehingga manusia dalam bertindak tdk melibatkan keutamaan hatinya. Konsekuensinya, jika menang berarti keberuntungan berpihak padanya. Jika tidak, wassalam hoki…!
Intinya adalah rasa...
Tahukah kalian, bahwa perasaan dengan rasa adalah dua kata yang penyebutannya sama namun mempunyai arti yang berbeda. Perasan semua orang punya, tapi rasa tidak semua orang dapat memaknainya sehingga sebagian org merasa tak memiliki rasa itu. Karena dengan rasa sama halnya kita mengetuk pintu rumah kita sendiri kemudian bertemu dan berkenalan dengan yang punya rumah. Aku yakin anda kebingungan dengan tulisan ini, palagi bertemu dengan diri kita sendiri namun disisi yang berbeda. tidak semua orang bisa mengerti apa yang aku maksud, kecuali ketika mereka merasakannya!
Dan aku yakin ketika kalian merasakan apa yang aku rasa, kalian tidak akan berhenti untuk menggali dan merasakannya dan bukan hanya sekedar mengetahui. Maaf kalau membuat anda kebingungan, karena rasa itu pelit. Bukannya aku!
Menurutmu... itukah CINTA ?

Oleh : Yuger

Merenunglah

Published on: //
Selama debu masih bertebaran, selama nafas masih keluar masuk, selama alis masih dapat mengernyit, berarti kehidupan masih berpihak kepada kita.
Jika angin menyemburkan debu ke wajahmu, apa yang kamu rasakan?
Jika kamu menghirup dan menghembuskan udara melalui hidung, menurutmu itukah yang dikatakan nafas?
Jika engkau mengalami atau melihat orang yang mengernyitkan alis dihadapanmu, apakah engkau ingin firasat sekedar numpang lewat didepanmu, ataukah memilih berkenalan kemudian bersahabat dengan firasat itu?
Aku tidak tahu jawaban kalian… tapi bila angin menyemburkan debu ke wajahku, yang kurasakan hanyalah, aku… kalian… adalah sama!
Bila yang halus keluar masuk melalui hidungku, maka itu adalah kasar. Disaat malam hari kita tidur lelap kemudian kembali terjaga dipagi harinya, menurutku itulah nafas.
Bila aku sedang atau melihat orang mengernyitkan alis, ada dua hal yang timbul dalam pikiranku. Pertama, orang itu sedang berfikir. Kedua, orang itu sedang bermain dengan emosinya, baik itu berbentuk haru, sedih, kecewa, marah atau bahagia. Satu hal yang pasti, bahwa tidaklah penting bagiku mengetahui apa yang orang lain pikirkan. Menerawang pikiran orang lain sama halnya tidak percaya pada diri sendiri.
Maka merenunglah…dengan merenung akan mempertajam pemahamanmu dan bertambahlah ilmu mu.

Oleh : Yuger
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!